My Sweet Script

Kembali lagi dengan kehidupan perkuliahan! Yippie!

Saat ini perasaan saya campur aduk, antara senang dan sedih karena saya sudah resmi dinyatakan lulus bulan Januari kemarin, alhamdulillah ya Allah. Senang sekali rasanya telah menyelesaikan studi saya di kampus tercinta yang penuh kenangan ini. Tapi sedih juga karena pasti akan kangen banget dengan masa-masa sibuk ngerjain tugas dan masuk kelas. Dan yang pasti akan kangen banget dengan tur makan di kantin fakultas lain untuk sekedar cuci mata hahaha. Apa pun itu, saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan studi saya dengan hasil kerja keras saya selama ini dan dengan hasil yang memuaskan. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Saya mau throwback sedikit proses pengerjaan skripsi saya, begitu banyak naik-turunnya seperti roller coaster haha.

Diawali dari niatan saya untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun yang sudah saya tanamkan dalam pikiran sejak semester awal perkuliahan. Alasannya simple, karena ga mau memberatkan orang tua saya dalam hal biaya. Maklum, saya masih menjadi tanggungan orang tua saya saat kuliah hehe. Saya sudah menyusun strategi studi jauh-jauh hari agar skripsi saya bisa selesai di semester 7. Dari semester 6, saya sudah ambil mata kuliah Seminar Tugas Akhir, di mata kuliah tersebut saya harus mengerjakan proposal penelitian skripsi saya. Untuk efisiensi dan efektivitas waktu, saya akhirnya mengambil tema mengenai burnout pada caregiver di tempat saya praktikum 1 di salah satu panti asuhan swasta. Sembari praktikum 1, saya juga sedikit demi sedikit curi start mengumpulkan data untuk skripsi saya, meski pun saat itu saya belum begitu paham mengenai burnout sih, hanya bermodalkan sotoy aja hahaha.

Singkat cerita, saat semester 7 saya mengambil dua mata kuliah sekaligus yaitu praktikum 2 dan skripsi. Nekat banget ya? Hahaha. Ga apa-apa deh demi mencapai target lulus 3,5 tahun. Di semester 7 ini tantangannya cukup berat juga. Saya juga masih melanjutkan praktikum saya di panti asuhan swasta tersebut lagi-lagi demi efisiensi dan efektivitas waktu serta tenaga (dan untuk skripsi juga sih haha). Praktikum 2 mengharuskan saya mengimplementasikan program di panti asuhan tersebut. Saya benar-benar harus memutar otak program apa yang pas untuk panti asuhan tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat sebuah program pengenalan alat-alat pemadam kebakaran sederhana yang tersedia di masing-masing rumah di panti asuhan tersebut dan targetnya adalah anak-anak SD. Di sisi lain saya juga harus mengerjakan skripsi saya dan mengumpulkan data dari narasumber untuk mendukung judul penelitian skripsi saya. Jadi saat itu saya sekali mendayung dua-tiga pulau terlewati, sembari praktikum juga sekalian mengumpulkan data penelitian. Sembari mengerjakan laporan praktikum setiap minggu dan supervisi praktikum, sambil mengerjakan skripsi dan bimbingan juga. Mantap.

Yang namanya skripsi ga lengkap rasanya kalau ga ada cerita tentang bimbingan dengan dosen pembimbing (dospem) saya. Dospem saya namanya Mba Lia, beliau orangnya sangat lembut dan banyak mengarahkan saya dalam mengerjakan skripsi. Beliau lumayan santai setiap kali saya bimbingan dan ga ada hambatan yang berarti setiap saya minta bimbingan. Bahkan saya pernah diminta untuk bimbingan ke rumahnya beberapa kali karena mungkin beliau kasihan kali ya lihat muka saya yang melas banget pengin lulus 3,5 tahun hahaha. Saya juga pernah kok nunggu kurang lebih 4 jam untuk bimbingan sama beliau tapi ternyata beliau lupa dan saat itu sudah sore jadi beliau mengundur jadwal bimbingannya menjadi keesokan harinya. Ga apa-apa, demi lulus kuliah hal-hal seperti ini harus dihadapi dengan lapang. Saya waktu itu sempat jiper sama teman-teman yang juga mau lulus 3,5 tahun karena setiap kali bimbingan, saya yang paling cepat selesai. Ga sampai setengah jam loh bimbingan saya haha. Meski pun begitu, Mba Lia benar-benar memadatkan bimbingannya dan sangat membantu saya dalam mengerjakan skripsi.

Di awal semester 7, saya sempat stuck di bab 1-bab 2 saja. Selalu bagian itu yang direvisi. Saya sempat putus asa juga dan pasrah kalau-kalau saya tidak bisa menyelesaikan skripsi semester ini. Tapi entah kenapa saya nekat mengerjakan bab 3 dan bab 4 sedikit demi sedikit dan nekat juga untuk minta bimbingan ke Mba Lia, padahal bab 1-bab 2 juga belum sempurna banget haha. Beliau juga memberi saya masukan dimana saya harus mencari bahan rujukan utama skripsi saya dan beliau juga meminjamkan buku milik pribadinya untuk menjadi salah satu buku referensi skripsi saya. Beliau dengan sabarnya mendengarkan argumen saya ketika H-3 minggu pengumpulan draft skripsi, saya harus ganti judul karena bahan rujukan utama saya bukunya tidak tersedia dimana-mana (ada sih di Amazon tapi kalau pun beli, sampai ke Indonesia baru satu bulan kemudian huft). Untungnya saya ga perlu seminar proposal ulang dan beliau justru mengarahkan saya bagaimana caranya agar judulnya tepat dan isinya tidak perlu dirombak. Terbaik banget Mba Lia :)

Saat itu saya berjuang dengan 7 teman satu angkatan lainnya. Saya ikutan ketularan ambisius dalam mengerjakan skripsi karena melihat progress teman-teman saya itu. Ada untungnya juga dikelilingi oleh orang-orang yang ambisius (dalam hal positif yaa). Selama proses mengerjakan skripsi ini tentu ga mulus-mulus aja. Saya sempat down karena tertekan dengan tuntutan lulus 3,5 tahun. Sempat putus asa karena ga ada kemajuan yang berarti dan baru benar-benar ngegas mengerjakan skripsi itu H-1 bulan pengumpulan draft skripsi. Saya juga pernah stuck ga tau mau menulis apalagi di skripsi saya saking bingungnya dan akhirnya ketiduran di depan laptop karena capek plus ngantuk banget. Pernah juga seharian cari referensi dan kerjain skripsi di rumah, keesokan harinya pas bimbingan disuruh hilangin semua yang saya kerjain itu. Pernaaah.

Singkat cerita, saya akhirnya mengumpulkan draft skripsi yang  sudah di ACC oleh Mba Lia tapi isinya belum matang karena masih kurang beberapa hal. Tapi berhubung kata Mba Lia dikumpulkan saja apa adanya dulu, baru nanti direvisi lagi sampai sebelum sidang, jadilah saya mengumpulkan apa yang ada. Setelah mengumpulkan draft skripsi, saya dihadapkan dengan perebutan jadwal sidang dengan teman-teman saya. Saya ingin sidang pertama saat itu (pede banget ya haha), supaya tenang dan masih banyak waktu untuk revisi pasca sidang. Sempat rebutan jadwal sidang dengan teman saya juga sih dan harus kroscek berkali-kali ke dosen penguji untuk memastikan jadwal sidang saya, apalagi dosen penguji saya saat itu menjabat sebagai kepala program pasca sarjana yang juga sudah penuh dengan jadwal sidang tesis mahasiswa S2 hiks. Untungnya di jadwal sidang yang saya tag-in yaitu tanggal 29 Desember, beliau jadwalnya kosong. Meski pun saya harus mengalah dan dapat jadwal sidang paling sore dan terakhir di hari itu.

Hari-H Sidang. Saya deg-degan banget. Parah. Jantung mau copot dan kebelet BAB terus hahaha. Saya sudah stand by di kampus jam 11 siang, padahal jadwal sidang saya jam 4 sore. Saat itu saya ditemani oleh kakak saya yang baik hati yuhuu. Saya sengaja ga belajar terlalu berat saat hari-H sidang karena bisa-bisa overload otak saya haha. Saya cuma yakinin diri saya sendiri aja kalau skripsi itu murni hasil kerja keras saya, in shaa Allah saya bisa jawab dan menjelaskan semua pertanyaan dengan baik. Udah, bermodalkan itu saja saat mau sidang. Saya lebih banyak berdoa sama Allah supaya dimudahkan semua prosesnya. Akhirnya tiba juga giliran saya masuk. Deg-degan lihat wajah dosen-dosennya huhu. Mulai lah saya presentasi. Bagian ini lumayan lancar karena sudah terbiasa presentasi di depan kelas. Tiba juga saat tanya-jawab dengan dosen penguji. Saya sempat kaget juga karena beliau bilang dulu beliau juga pernah melakukan penelitian di tempat saya penelitian itu. "Waduh, bisa dicecar habis-habisan ini", kata saya dalam hati. Namun prediksi saya salah. Beliau malah apresiasi skripsi saya dan memberikan banyak masukan dibanding pertanyaan. Saat itu suasana sidang pun ga begitu tegang dan malah banyak ketawanya. Alhamdulillah. Setelah itu saya diminta untuk menunggu 5 menit di luar ruangan. Saat saya masuk kembali, saya diberitahukan bahwa saya dinyatakan lulus bersyarat (tentu saja karena skripsi saya masih banyak kurangnya haha). Revisi yang diminta dari empat dosen saya saat sidang pun tidak terlalu menyulitkan saya. Saya juga bersyukur dan senang sekali melihat nilai akhir skripsi saya. Terbayar sudah kerja keras saya selama ini :")

Setelah sidang, terbitlah revisi. Ya, masih ada revisi lagi setelah sidang. Ditambah lagi saya harus bolak-balik bimbingan ke empat dosen: dosen pembimbing, dosen penguji, ketua sidang, dan sekretaris sidang. Belum lagi masalah teknis penulisan di kampus saya yang sudah ada aturan sakleknya huhu. Saya sempat nangis karena masalah teknis itu. Saya nangis jam 5 sore di Takoru sambil ngotak-ngatik margin yang membingungkan karena harus bolak-balik halaman skripsinya. Saya mau minta bantuan juga sama siapa, abang-abang rental di pos depan pasti udah banyak orderan dan ga mungkin punya saya dikerjain saat itu juga. Jadilah saya mandiri banget ngerjain semua teknis penulisan sendiri. Beratus-ratus halaman pula. Setelah berhasil, saya langsung caw ke Buring untuk cetak skripsi. Ga tau kenapa pas mau dicetak justru banyak halaman yang berantakan. Hopeless banget mau nangis sejadinya saat itu. Besoknya, pagi-pagi banget saya berangkat dari rumah untuk cetak skripsi lagi dan alhamdulillah berhasil walau dengan segala dramanya hahaha. Bangga banget rasanya ngeliat skripsi sudah tercetak dalam bentuk hardcopy. Setelah itu lebih banyak proses administrasi pengumpulan berkas skripsi dalam bentuk softcopy dan hardcopy, juga administrasi untuk wisuda.

Kadang masih suka amaze karena bisa lewatin masa-masa itu. Sesungguhnya janji Allah itu benar kalau Dia ga akan memberikan sebuah ujian melebihi kemampuan hamba-Nya dan bahwa setelah kesulitan itu ada kemudahan. Rasanya campur aduk banget setelah melewati masa-masa skripsi ini. Terima kasih lagi-lagi untuk Yang Maha Baik, Allah swt untuk bantuan dalam setiap langkah saya. Terima kasih untuk diri sendiri karena mau berjuang dan bekerja keras untuk melewati fase yang sempat bikin takut ini. Terima kasih juga untuk semua orang yang sudah selalu ada di samping saya selama ini dan memberikan dukungan (udah kayak terima penghargaan bergengsi aja nih). Satu lagi fase kehidupan terlewati. Selamat datang fase kehidupan berikutnya. Semoga saya masih menjadi Ajeng yang kuat, aamiin :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Entah

Filosofi Mengendarai Motor

Bloom & Fall