Postingan

Tidak Terduga

"Alhamdulillah nemu uang Rp50.000 di kantong celana pas akhir bulan!" Kadang, ada hal-hal yang tidak terduga di kehidupan yang justru membuat kita jadi banyak bersyukur. Contoh kecil di atas adalah salah satu hal yang mungkin cukup sering terjadi pada kita. Hal-hal kecil seperti itu aja bikin kita jadi bersyukur banget, bagaikan oasis di tengah gurun! Satu hal yang saya sadari di awal tahun ini adalah tentang petunjuk yang datang dari berbagai arah yang tidak terduga. Mungkin, mungkin saja petunjuk-petunjuk itu adalah jawaban dari serangkaian doa panjang yang dipanjatkan selama ini. Mungkin saja Allah memberikan penenang hati melalui hal-hal yang bahkan tidak pernah saya bayangkan akan terjadi. Mungkin saja semua yang saya ketahui pada akhirnya adalah alasan mengapa saya harus tetap bertahan di masa-masa yang terasa berat itu. Tentang petunjuk dari berbagai arah itu.. Saya benar-benar sempat speechless dibuatnya. Saya tidak pernah berharap mendapatkan banyak cer...

2018

2018 sudah hampir selesai. Satu tanggapan buat tahun ini: luar biasa. Luar biasa menguras emosi, luar biasa proses memahami diri, luar biasa karena banyak hal-hal baru yang terjadi.  Banyak cerita di tahun ini yang memberikan kejutan, dari yang turun hingga rasanya ga sanggup buat berdiri, sampai yang bikin hati senang lagi. Entah udah berapa kali nangis di tahun ini. Kayaknya Ajeng si cengeng comeback di tahun ini hahaha. Di tahun ini saya pernah menangis dengan begitu khidmatnya, sampai rasanya sesak sekali dada ini. Menangis sendirian dengan Allah saksinya pun pernah saya lakui. Mukena basah kuyup karena air mata saya, hidung mampet karena kebanyakan nangis, hingga kesehatan saya terganggu. Entah kenapa sebegitunya saya menangis. Mungkin saat itu saya pikir dunia saya runtuh seketika, jadi saya harus maksimal dalam menangis haha. Di sisi lain, teman-teman saya bilang kalau saya makin lucu. Saya juga ga sadar kalau sekarang saya jadi suka ngelawak. Kayaknya bikin senang ora...

A Letter To Myself

Dear, Ajeng. How are you today? Good? Is everything going the way you want or the other way around? Are you still going back and forth in your mind and heart? It's okay.. It's okay. The world is sometimes so cruel to you and your soft heart. Hey, it's okay to have a soft heart. It's okay to give your best to someone else. Be the best version of you for everyone else around you. Let them taste your sweet honey in this bitter world. You are soft at heart, but strong in mind. You clearly know what you want, what you deserve, and how to get them. Even if sometimes you lost at your own thought, you know how to get back to your sanity again.  Remember that Allah swt loves you no matter what. The One who never leaves even if you have sins that are covering this earth and space. He is The One who always holds your hand when you feel lost, when everything is falling apart, when you are happy, when something goes not the way you want, He always near you. Don't eve...

Menyelesaikan Diri Sendiri

Beberapa hal memang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan. Mungkin memang saya yang tidak menyiapkan diri dengan baik, sehingga saat hal itu datang menjadi terasa berat dan sulit dilalui. Waktu tetap berputar, namun semua perasaan "baru" yang ada pada diri saya masih menetap. Saya berpikir untuk cepat-cepat membereskan dan menyudahinya agar semua dapat kembali seperti dahulu sebelum badai itu datang. Tetapi saya tersadar bahwa semua tidak akan pernah kembali ke tempatnya seperti semula setelah apa yang masing-masing dari kita lalui. Semuanya akan berada pada posisi yang berbeda. Cara berpikir, cara kita menanggapi sesuatu, bahkan perasaan kita, tidak akan pernah sama lagi seperti sedia kala. Entah berkurang atau bertambah, yang pasti semuanya akan berubah. Saya ingin menyelesaikan diri saya sendiri sebelum saya harus berhadapan dengan sosok yang baru lagi, dan ternyata menyelesaikan diri sendiri itu tidak mudah.. Menyelesaikan diri sendiri bagi saya termas...

Of June

Hello, June! My favorite month of the year, when everything seems so exciting and a new page opened. Started off in February, 2018. I still clearly remember what happened that time. The reality hits me so hard. I cried uncontrollably in the middle of the night and felt the heartache that spread throughout my body. It was such a sudden mental breakdown. That was the worst feeling I have ever felt. It was all just a blurry situation, I didn't even know what to do, but crying out loud in disbelief. It still hits close to home to me. Time passes, I am learning how to digest all of the sad truths and hanging explanations. It was all, and has, never been an easy battle. Especially for me, myself. This is a struggle within myself; to find the meaning of self-love, to let go, and to forgive. Honestly, I am still unfamiliar with the meaning of self-love, but from my point of view, self-love is an act to spare our time, energy, and mind to respect and accept ourselves from this dema...

Terburu-Buru

Setiap dari kita pasti pernah mengalami masa dimana kita melakukan sesuatu secara terburu-buru. Terburu-buru berangkat sekolah. Terburu-buru memakai baju. Terburu-buru memasak. Kadang, hasil dari sesuatu yang terburu-buru itu tidak maksimal. Selalu saja ada yang terlupa. Entah buku tulis yang tertinggal, baju yang terbalik saat dipakai, atau lupa memasukkan garam ke masakan. Pasti selalu ada saja yang tertinggal. Memang tidak selalu, tetapi intensitasnya sering. Begitu pun saya, terburu-buru menyimpulkan sesuatu. Bahwa dia adalah " the one" yang selama ini saya tunggu. Begitu terlenanya saya dengan apa yang dunia sajikan, sehingga lupa melibatkan Allah swt dalam banyaknya langkah. Saya yang begitu egois justru hanya melibatkan Allah swt tatkala saya berdoa tentangnya di setiap sujud dan meminta Allah untuk menjadikannya jodoh terbaik saya. Saya terbawa arus perasaan yang begitu deras kepadanya sampai saya melupakan diri saya sendiri. Begitu pentingnya...

Hidup Pasca Kuliah

Bisa dibilang tahun 2016 adalah tahun dimana saya banyak mengeluarkan airmata. Kenapa? Hal ini dikarenakan saya belum juga mendapatkan pekerjaan di enam bulan setelah saya lulus. Mungkin bagi sebagian orang, hal ini bukanlah masalah yang besar, tapi bagi saya.. Ya begitulah. Bulan Juli 2016, saya akhirnya memutuskan untuk menjadi guru honorer Bahasa Inggris di sebuah SD Negeri. Menjadi seorang guru bukanlah passion saya, selain itu saya tidak memiliki bakat dasar menjadi seorang guru (saya awkward dan kaku sekali dalam mengajar anak-anak huhu). Tapi saya berpikir mungkin hal tersebut akan muncul setelah beberapa bulan saya mengajar. Enam bulan berlalu dan di enam bulan itu pula saya berusaha menguatkan diri saya sendiri untuk bertahan menjadi guru sampai saya mendapat pekerjaan baru. Di enam bulan itu pula, saya harus bertahan dengan tekanan yang semakin lama semakin terasa melelahkan. Di enam bulan itu, minat saya untuk melamar pekerjaan semakin menurun karena tekanan yang da...